Sabtu, 05 Juni 2010

TANDA-TANDA KEMATIAN


Kematian adalah salah satu di antara perkara-perkara yang dirahasiakan Alloh SWT, namun bukan hal yang mustahil tanda-tanda kematian itu dapat dirasakan setiap hamba sebelum ajalnya tiba.

dari Ibnu Umar r.a ; Rasulullah SAW bersabda: ”Lima kunci perkara gaib, tidak mengetahuinya melainkan Allah”. 1, tiada yang mengetahui (kepastian mutlak) apa yang tersimpan di dalam rahim (kandungan perempuan) melainkan Allah .2, tiada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari melainkan Allah. 3, tiada seorangpun yang mengetahui bila waktunya hujan akan turun melainkan Allah. 4, tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati melainkan Allah. 5, tiada yang mengetahui bila kiamat akan terjadi melainkan Allah.
(HR. Bukhary).

Banyak hal-hal ghaib yang kita sama sekali tidak mengetahui kecuali Allah SWT yang maha tahu, contoh yang paling gampang: hari Qiamat itu pasti terjadi, kapan hari terjadinya? Tidak ada satu manusiapun yang dapat memastikan-nya, namun Allah SWT memberikan tanda-tanda Qiamat kepada manusia. Begitu juga kematian seseorang tidak ada satupun yang akan mengetahui kapan taqdir/ detik-detik ajal tiba, namun Allah SWT memberikan tanda-tanda seorang yang akan mati. Hanya saja ada orang yang merasakan tanda-tanda menjelang kematian dan ada pula yang acuh akan hal itu.

1.Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian.

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka -mereka yang dikehendakinya. Walaubagaimana semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya saja mereka sadar atau tidak.

Tanda ini akan berlaku kepastian-nya selepas waktu Ashar, yaitu :

-Seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Misal, seperti daging sapi yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan cermat kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar tersirat di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap sia-sia begitu saja. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanafa’atkan sisa umur yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

2.Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Ashar. Bagian pusar kita akan berdenyut-denyut. Pada saat itu daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arasy Allah SWT. Maka malaikat Izroil pun akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaan-nya ke atas kita diantaranya, Malaikat Maut/ Izroil akan mulai selalu mengikuti/ mengintai kita sepanjang sisa umur kita. dan Akan terjadi Malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu tak nampak lagi dan bila ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun Malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi berkuasa untuk mencabut nyawa bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya seijin Allah SWT.

3.Tanda 7 hari.
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan, di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba yang sakit berselera untuk makan.

4.Tanda 3 hari.
Pada saat itu mereka akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu, diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini kita rasakan, maka berpuasalah kita setelah itu. supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. saat juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh ke depan (berubah menjadi agak sedikit mancung dan mengkerut.. Telingan-nya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. telapak kakinya yang terlunjur akan lemas dan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

5.Tanda 1 hari.
Akan berlaku sesudah waktu Ashar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang, yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Ashar keesokan harinya.

6.Tanda akhir.
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bagian pusar hingga ke tulang sulbi dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian hulkum (tenggorokan). Detik-detik itu hendaklah kita terus mengucap kalimat syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan Izroil/ malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Catatan: bahwa keterangan di atas adalah tanda-tanda kematian saja, bukan kepastian, adapun ajal, hanya Allah SWT yang maha tahu. itupun tidak semua manusia sadar dengan tanda-tanda kematian tersebut.


....Wallahu a’lam bishowab.

Minggu, 09 Mei 2010

2 idiots vs 3 idiots

What happens when you have two infamous idiots interview three super famous idiots, in an interview that borders close to complete idiocacy and is meant only for an idiotic reader? Well, you actually get quite a scoop to read and that's exactly what happened at Radio One recently...

An hour and a half with the 3 idiots was quite an exhilarating experience.
Here are a few rapid fire questions posed by MJ Prithvi and Senior Producer Rakesh Kumar...
The year could not have ended with a better coup de grace for RadioOne! We had the stars of the movie 'The 3 Idiots' -- Madhavan, Sharman Joshi, writer Raju Hirani, and the biggest star RadioOne has seen in the studios, the man himself Aamir Khan!

An hour and a half with the 3 idiots was quite an exhilarating experience. So my producer Rakesh and I got down to business very quickly dragging the stars one by one to the studios.

Our first idiot -- Sharman Joshi was beset with our signature questions like 'Was it easy playing the role of an idiot? Does it come naturally to you?

Sharman: I have always chased my dreams with conviction, I had the support from my family and coincidently playing the same in the movie was interesting.

Prithvvi & Rakesh: So playing the role of an idiot came naturally..?
Sharman: Yes yes yes I am an idiot...it comes naturally!

We dragged in our next idiot Madhavan who was sporting a jeans and a white Tee along with a checkered shirt.

P & R: So Madhavan, who is the biggest idiot in your life other than you?
Madhavan: My Dad?

P&R: What???
Madhavan: Dad... in the movie...
P&R (relieved): It takes an idiot to crack the other...

And the third idiot that we were thirsting to have, 'The Aamir Khan' along with the writer Raju Hirani... walked in...

P&R: Hearty welcome to the most versatile actor, the perfectionist, the very talented Aamir Khan, the writer always with a message Raju Hirani...
Aamir & Hirani: (smiles) Thank you thank you...

P&R: So we have lined up with some very intelligent questions and some idiotic questions...
Aamir & Hirani: All game.

P&R: Whats the most idiotic thing that you have ever ventured into?
Aamir: Almost everything so far in my life... it pays to be an idiot.

P&R: The reasons for not attending any Award ceremonies?
Aamir: I do attend award ceremonies that are of value to me...the ones I don't are of no value to me...

P&R: We have a surprise for you...Please listen to this... (We play a modified track and lyrics of 'Papa kehte hain...' with the 3 idiots track woven into it)...
Aamir & Hirani: (priceless expression) laughs, I loved your lyrics, Prithvvi you have sung the song very well.

P&R: (blush) we are glad you liked it...Pleasure having you in the studios, all the best, Hope 'All is well...'(singing)
Aamir: Thank you guys. Bye.

They were only overwhelmed to see a beeline outside the studio, waiting to meet them.

Happy New Year!

Matanya kecil... hidungnya sempit, telinganya runcing...
Terbawa oleh arus hiudp yang kian pelan kian lama...
Pernah dia takut akan datangnya hujan, perlahan ia tenggelam dalam rintiknya..
Deru nyanyian angin menghembus ke dalam arus kehidupan
Dan dia pun mulai menapaki pohon alam yang terpaku dalam tumbuhan jiwa..